Rabu, 31 Oktober 2012

Lika-liku skripsi...

wah udah lama banget ya gak mampir dimari gak nulis random dan gak ngepost *sapu-sapu*
banyak yang telah berubah sekarang
mulai dari status mahasiswa yang telah ditanggalkan dan berubah menjadi pengangguran
ya sebelum datang masa ini, masa dimana belum datang kegiatan rutin yang memiliki waktu dan kegiatan yang pasti ada satu fase dimana banyak banget pembelajaran yang gw ambil,
semua orang yang ingin mencapai dan mendapat gelar sarjana pasti sih harus melewati masa-masa paling indah *bohong* ngerjain skripsi.
Gimana gak indah coba, 5 sks tanpa kuliah tapi menyita segalanya lebih-lebih dari kuliah selama 3 taun, skripsi emang ajaib...
Percaya gak kalo skripsi itu mengajarkan kedewasaan, gw sangat amat percaya ketika semua fase itu telah usai, ya memang skripsi tidak begitu posesif sampai-sampai harus gw dadah byebye baby ketika masa depan lebih kuat menggoda gw.
Stress iya pasti yah hampir 6 bulan gw berkutat dengan kertas A4 dengan tulisan times new roman, abang-abang print-an, fotocopy-an, sampai mamang ojek yang setia mengantarkan gw sampai gerbang fakultas dan datting bareng dosen pembimbing. 6 bulan bukan waktu yang sebentar lho, bulak-balik garut-jatinangor-dago sampai pernah bimbingan di rumah sakit, kampus tetangga itu demi mengejar dosen pembimbing, mengejar masa depan dan mengejar mas-mas tapi gak kurus-kurus hahahaaaaaa
Kedewasaan yang dihasilkan dari pengerjaan itu adalah dimulai dengan kata sabar, sabar menunggu balasan surat dari perusahaan, sabar nunggu waktu ketemu sama dosen yang sama-sama sibuk ngerjain disertasi, sabar ketika dosen pembimbing membatalkan janji, sabar ketika mendapatkan penguji super duper luar biasa ketika seminar dan sidang, sabar ketika harus didahului oleh teman, sabar ketika datang ke wisudaan temen yang pada awalnya kita punya mimpi sama untuk bertoga dihari yang sama, sabar ketika harus ketemu  pria pemberi harapan palsu yang sempat akan merusak masa depan (oke ini gak masuk itungan skripsi)..
Setelah sabar ada apalagi, ada tanggung jawab. Tanggung jawab skripsi itu gak cuman buat penguji yang menguji kebenaran penelitian dan kemampuan menjabarkan apa yang telah diteliti, tapi tanggung jawab buat orang tua juga yang udah mengeluarkan segenap jiwa, raga, uang, doa dan segalanya untuk membantu anaknya menyelesaikan fase ini, tanggung jawab untuk jurusan, fakultas, universitas, akan kebenaran penelitian karena mempertaruhkan nama instasi.
Faktor pendukung skripsi selesai itu adalah semangat, semangat dari semua orang yang ada, semangat dari orang tua, keluarga, sahabat, teman-teman dan semuanya tapi yang paling penting adalah semangat yang dibangun dari diri sendiri. Percuma aja ketika semua orang menyemangati sampai jungkir balik kalo dari dalam diri lo nya sendiri gak ada sama sekali hasrat untuk maju, mengetik satu huruf pun dan akhirnya semangat dari mereka hanya lo anggap bualan-bualan gak penting karena gak bikin skripsi lo beres hanya dengan kalimat "semangat ya". Bangun semangat dari dalam diri sendiri dan setelah itu kalimat tadi bisa jadi angin semakin segar yang bikin lo lebih kuat berlari, lebih kuat menggapai dan lebih cepet lulus..
Mungkin ada beberapa orang yang merasa kalo mengerjakan skripsinya bagaikan jalan tol, mulus-mulus aja tapi ya 1 berbading 20 juta kali ya. Lika-liku yang terjadi dalam skripsi itu (dibikin) asik lho. Enjoy ketika judul yang udah lo pikirin berbulan-bulan sampe semedi ke gunung di tolak jurusan dengan alasan terlalu mainstream ato gak skripsi banget ato variabelnya gak asik ato yah berbagai alasan jurusan yang sebenernya nyesekin tapi gak bisa lo tolak, sekali, dua kali, tiga kali sampe delapan kali di tolak judul dan pas yang kesekian kalinya baru diacc itu ya enjoy aja gak usah berpikir untuk negak baygon ato racun tikus, dunia belum berakhir ketika lo jomblo #eh maksudnya dunia tidak akan berakhir ketika judul lo ditolak, judul itu mati satu tumbuh seribu, masih ada judul-judul lain yang bisa lo angkat dan lo serahin ke jurusan jangan lupa ditambahin doa dan emoticon senyum diakhir kertas pengajuan judul lo. Enjoy ketika harus dapet pembimbing yang super sibuk, pejabat jurusan, pejabat kampus yang doyan mondar-mandir didalam ataupun luar negeri, pembimbing yang sepersekian detik aja lo meleng dia sudah menghilang dari pandangan lo, pembimbing yang susah banget diajak janjian sampe-sampe lo harus mengejar dia ke ujung dunia *ternyata bukan cuman cinta ya, pembimbing juga*. Enjoy ketika harus ketemu sama satu masalah yang antara pembimbing satu dan dua selisih paham, menurut bapak A ini harusnya gtu pas ketemu sama ibu B katanya salah harus diganti karena bla bla bla, balik ke bapak A harus diganti lagi, ketemu ibu B diulang kayak yang awal, menyatukan 2 ide dan pikiran manusia untuk jadi yang ketiga itu susah banget ini sih harus banyak berdoa dan sabar jangan lupa puasa senin kamis supaya tidak ada pembantaian ketika sidang. Dan enjoy-enjoy lainnya yang harus dihadapi ketika melewati banyak masalah dalam proses pengerjaan skripsi.
Cepet atau lambatnya pengerjaan skripsi bukan lagi masalah lo pintar tapi udah masuk dalam tataran USAHA, seberapa dasyatnya usaha lo ya itu bisa bikin skripsi lo rampung lebih cepet. Ya kalo ngandelin mood apalagi ngandelin males sih ya harus ikhlas ditinggal wisuda sama temen-temen dan apalagi ditinggal wisuda sama adik kelas.
Skripsi itu adalah niat dan motivasi dari dalam diri lo yang didukung oleh lingkungan. Yang paling penting itu kemauan mengerjakan dan berkorban baru hal-hal lainnya menyusul.
Thanks skripsi udah nemenin hari-hari gw selama 6 bulan, udah bikin gw banyak belajar dan maap sekarang gw harus move on mencapai masa-masa lainnya yang (semoga) gemilang. Amin.
Salam cinta buat mahasiswa tingkat akhir yang sedang in relationship bareng skripsi, putusin dulu aja hubungan yang lain skripsi kalah kece kali,,hahahaaaa Semangat yaa para penjuang skripsi masalah lain akan menunggu setelah gelar sarjana resmi disandakan dibelakan nama kalian. Good Luck dan pelukcium untuk skripsi kalian :))

Kamis, 19 Januari 2012

Potret buram para wakil rakyat..

merasa tergelitik ketika media kini sedang mengangkat fenomena cenderung sensasi yang dibuat oleh para ibu dan bapak yang (katanya) terhormat.
ini adalah bagian dari bilik idealisme saya sebagai mahasiswa terlebih lagi saya kuliah pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politk walaupun jurusan saya tidak langsung berhubungan depan ilmu politik dan mungkin ini bisa mewakili sebagian kecil jeritan hati rakyat yang mulai jengah dengan tingkah polah orang-orang yang berlindung dibawah ASPIRASI RAKYAT dan seolah sangat mengerti kebutuhan rakyat.

Akhir-akhir ini berita nasional banyak memperbincangkan mengenai renovasi beberapa ruangan di gedung DPR yang menghabiskan uang negara dengan jumlah yang sangat besar,bahkan untuk sebuah alamanak yang menurut saya berlebihan ini menghabiskan uang ratusan juta bukankah ini penghamburan.
Melalui gambar yang saya cari melalui mesin pencari kita liat bagaimana fasilitas para ibu bapak yang (katanya) terhormat :

 ini adalah rencana renovasi gedung baru

 salah satu fasilitas didalamnya

 mobil dinas

 kursi baru


 kalender yang menelan biaya ratusan juta

dan betapa timpangnya dengan kinerja mereka

 tidur pada sidang paripurna

 ricuh dan gontok-gontokan

 mangkir sidang

 nonton video porno saat sidang

 bersensasi di dunia maya dengan wanita lain

ahh sudahlah cukup ya sebenernya masih banyak lagi tingkah polah mereka yang membuat geram.Dengan fasilitas yang begitu saja kinerja mereka seperti ini,apalagi yang diharapkan dari sebuah lembaga yang mengatasamakan rakyat.Yang dihamburkan itu uang rakyat,mereka digaji oleh rakyat tapi apa selama ini mereka bekerja untuk rakyat?apa yang mereka perjuangkan nasib rakyat?
Baiklah kita mencoba realistis saja,tidak semua anggota DPR berkelakuan seperti itu mungkin masih ada beberapa anggota DPR yang dengan sukarela memperjuangkan hak-hak dan nasib rakyat tapi itu mungkin 1 berbanding 200.Jadi nasib rakyat mana yang diperjuangkan?nasib rakyat yang memiliki uang banyak untuk membayar mereka dalam membuat undang-undang,nasib rakyat bermodal besar yang mampu menggaji mereka sehingga undang-undang dapat dibuat dengan mudah,atau nasib rakyat yang ini?

 pemukiman kumuh di ibukota

 kelaparan

 mck yang tidak memadai

 fasilitas pendidikan

 mempertaruhkan hidup mencari nafkah di negeri orang

cukup miris bukan dengan ketimpangan yang ada,,yah hati nurani siapa yang tidak merasa iba dengan apa yang terjadi dengan negara yang luar biasa seperti INDONESIA ini.Kurang apalagi alam menyediakan kekayaan nya untuk dinikmati namun sekarng malah dikeruk untuk perut-perut besar para anggota dewan yang (katanya) terhormat.
Dan berita yang saya baca pagi ini dari www.kompas.com

dengan judul SBY : Kemiskinan masih diatas 10 %

bukankah itu sangat timpang sekali dengan sensasi yang dibuat oleh para anggota dewan terhormat.Mengapa uang yang nol nya berderet banyak itu dialokasikan untuk mengurangi angka kemiskinan bukan malah dihambur-hamburkan untuk banyak hal yang tidak penting.Rakyat kini tidak bodoh,mereka mampu melihat apa yang terjadi pada negaranya,tunggu saja kemarahan rakyat akan memuncak karena sikap dan aroganisme para wakilnya.

Dengan keadaan seperti ini saya mejadi berpikir (mungkin) zaman orde baru lebih baik dibanding pada saat ini.Jika masih ada orang yang anti orde baru karena dianggap zaman itu KKN merajalela,apa bedanya dengan masa ini?Walaupun politik mercusuar dan menyebabkan hutang negara banyak namun sedikit banyak pembangunan dilakukan,listrik masuk desa,pembangunan jalan tol dan jalan-jalan lainnya,prasarana yang dibangun ada buktinya terlepas dari korupsi yang katanya jga menghamburkan duit rakyat juga.Tapi jika dibanding sekarang banyak orang yang mengatasnamakan DEMOKRASI untuk kepentingan sendiri dan menginjak orang lain.Banyak orang yang mengatasnamakan HAK ASASI MANUSIA untuk menyenangkan hati sendiri.Bagaimana dengan korupsi?Korupsi malah semakin merajalela dan ntah berapa lagi uang rakyat yang masuk kedalam perut pejabat-pejabat itu.

Dari apa yang tejadi apa pemikiran kecil saya yang menyatakan,mengapa tidak dibubarkan saja lembaga itu?uang rakyat hanya dihamburkan untuk menyenangkan hati mereka saja dari mulai tingkat nasional hingga tingkat kabupaten semua sama seragam seperti itu.

Semoga pada wakil rakyat yang (katanya) terhormat itu segera melihat dan menyadari ada perut-perut kelaparan yang harus segeran diberi makan, ada pemikir-pemikir handal yang segera diberikan pendidikan, ada jiwa yang terombang-ambing yang harus segera ditangani bukan malah terhambat administrasi dan uang,
ada harapan bangsa pada tingkah polah bocah yang menginginkan tempat yang layak untuk mereka hidupi,untuk dijadikan tempat mereka bermain.

CUKUPLAH BERFOYA-FOYA,ADA HAK DAN KEWAJIBAN RAKYAT DIKURSI ANDA


(gambar diambil dari beberapa sumber dalam GOOGLE)